Soto Kudus termasuk soto ayam. Biasanya dihidangkan di mangkuk cekung kecil gituh… Rasanya segar kemepyar, apalagi kalau sambalnya dibuat dari cabai rawit semua…huh-hah-huh-hah… :)
BAHAN:
1 ekor ayam kampung
3 lt air
3 lbr daun salam
3 cm lengkuas
5 butir bawang merah, iris tipis
10 siung bawang putih, iris tipis
5 cm jahe, bakar, memarkan
2 sdm minyak goring
BUMBU Dihaluskan:
1 sdt merica butiran
5 butir kemiri
2 sdt garam
1/2 sdt bumbu penyedap
PELENGKAP:
100 gram taoge, siangi, rendam air panas, tiriskan
3 sdm bawang goreng
2 batang daun seledri, diiris halus
2 batang daun bawang, diiris halus
1 jeruk nipis, potong serasi
2 btr telur, rebus, kupas, belah 2
CARA MEMBUAT:
* Didihkan air, masukkan ayam kampung, daun salam, lengkuas dan jahe. Rebus hingga daging ayam empuk (kira-kira air tersisa 2 liter).
* Angkat ayam, tiriskan. Suwir-suwir dagingnya, sisihkan.
* Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum baunya. Tambahkan bumbu halus dan tumis lagi hingga harum baunya.
* Masukkan tumisan bumbu ke dalam kaldu. Rebus lagi hingga tercampur rata.
* Siapkan mangkuk. Beri sedikit nasi, suwiran daging ayam, taoge, bawang merah, daun bawang, daun seledri dan potongan telur. Tuangi dengan kuah soto yang masih panas.
* Hidangkan segera dengan irisan jeruk nipis dan sambal bawang.
TIPS & TRIK:
* Kalau kuah kaldu untuk merebus ayam kurang, boleh ditambah. Yang penting hasil akhirnya nanti 2 lt.
* Nasi boleh dihidangkan terpisah. (dapurmlandhing)
Lihat juga : ice cream, steak
Rabu, 20 Oktober 2010
Aneka Sate Solo
Seperti halnya soto, hidangan sate bukan makanan khas Solo. Tapi ada beberapa sate enak yang pantang kita mampiri saat ke Solo. Salah satunya sate jerohan Yu Rebi di daerah Penumping. Kecuali jeroan komplet seperti paru, limpa, hati, iso, torpedo, ginjal, babat, iso, dan kikil, tersedia juga daging sapi.
Bagi orang yang mengidap penyakit darah tinggi, tak usah menghindar warung ini. Karena di warung milik Ibu Rebi ini juga disediakan sate tempe gembus. Bumbu perendam tempe sama dengan rendaman bahan jeroan. Demikian juga bumbu untuk menyantapnya.
"Tadinya Ibu saya, Bu Rebi, hanya berjualan keliling kampung. Lama-lama capek juga keliling. Jadi, Ibu memutuskan berjualan menetap di wilayah Penumping sini," jelas Wijianto, putra Ibu Rebi. Dalam sehari warung sate ini mampu menghabiskan 30 sampai 50 kg daging dan jeroan. Tak heran, karena pelanggannya bukan berasal dari Solo saja, melainkan dari kota-kota sekitar Solo. "Apalagi kalau masa liburan. Tamu akan lebih banyak dari Jakarta," terang Wiji.
Satu lagi warung sate yang sangat disukai orang Solo, yaitu Sate Tambaksegaran. Letaknya di Jl. Sutan Syahrir No. 39. Menu sate yang terkenal dari Sate Tambaksegaran adalah Sate Buntel. Sate yang berbahan baku daging kambing ini, tidak disajikan dalam bentuk potongan dadu seperti yang biasa kita kenal. Sate ini berupa cacahan daging kambing yang dibuntel atau dibalut dengan lembaran lemak daging kambing, lalu dibakar di atas bara arang.
Bumbu penyertanya adalah kecap manis dengan potongan tomat dan kol. Kalau suka pedas, tinggal tambahkan cabai ulek. Dinikmati bersama acar ketimun lebih sedap lagi.
"Kalau soal sate buntel, orang memang kenalnya kami. Bisa dikatakan kalau kami adalah pembuat pertama Sate Buntel," jelas Ny. Dewi, putri pemilik Sate Tambaksegaran. Warung sate ini sudah ada sejak tahun 1948, dahulu dikelola oleh Ny. Lim Hwa Youe. "Karena kesehatannya kurang baik, sekarang pengelolaannya dilakukan oleh kami berdua," kata Ny. Budianto.
Tiap harinya Sate Tambaksegaran selalu menyediakan daging kambing di luar tulang-tulang untuk sop sebanyak 40 sampai 50 kg per hari. Selain menyediakan sate, ada pula gulai, sop, atau tongseng. Selain Sate Buntel, cicipi juga gulai sumsumnya. Betapa nikmat menghirup kuah gulai sembari menyedot sumsum dari tulang. (sedap-sekejap)
Lihat juga : dim sum
Bagi orang yang mengidap penyakit darah tinggi, tak usah menghindar warung ini. Karena di warung milik Ibu Rebi ini juga disediakan sate tempe gembus. Bumbu perendam tempe sama dengan rendaman bahan jeroan. Demikian juga bumbu untuk menyantapnya.
"Tadinya Ibu saya, Bu Rebi, hanya berjualan keliling kampung. Lama-lama capek juga keliling. Jadi, Ibu memutuskan berjualan menetap di wilayah Penumping sini," jelas Wijianto, putra Ibu Rebi. Dalam sehari warung sate ini mampu menghabiskan 30 sampai 50 kg daging dan jeroan. Tak heran, karena pelanggannya bukan berasal dari Solo saja, melainkan dari kota-kota sekitar Solo. "Apalagi kalau masa liburan. Tamu akan lebih banyak dari Jakarta," terang Wiji.
Satu lagi warung sate yang sangat disukai orang Solo, yaitu Sate Tambaksegaran. Letaknya di Jl. Sutan Syahrir No. 39. Menu sate yang terkenal dari Sate Tambaksegaran adalah Sate Buntel. Sate yang berbahan baku daging kambing ini, tidak disajikan dalam bentuk potongan dadu seperti yang biasa kita kenal. Sate ini berupa cacahan daging kambing yang dibuntel atau dibalut dengan lembaran lemak daging kambing, lalu dibakar di atas bara arang.
Bumbu penyertanya adalah kecap manis dengan potongan tomat dan kol. Kalau suka pedas, tinggal tambahkan cabai ulek. Dinikmati bersama acar ketimun lebih sedap lagi.
"Kalau soal sate buntel, orang memang kenalnya kami. Bisa dikatakan kalau kami adalah pembuat pertama Sate Buntel," jelas Ny. Dewi, putri pemilik Sate Tambaksegaran. Warung sate ini sudah ada sejak tahun 1948, dahulu dikelola oleh Ny. Lim Hwa Youe. "Karena kesehatannya kurang baik, sekarang pengelolaannya dilakukan oleh kami berdua," kata Ny. Budianto.
Tiap harinya Sate Tambaksegaran selalu menyediakan daging kambing di luar tulang-tulang untuk sop sebanyak 40 sampai 50 kg per hari. Selain menyediakan sate, ada pula gulai, sop, atau tongseng. Selain Sate Buntel, cicipi juga gulai sumsumnya. Betapa nikmat menghirup kuah gulai sembari menyedot sumsum dari tulang. (sedap-sekejap)
Lihat juga : dim sum
Selasa, 19 Oktober 2010
Rileks bersama koleksi anggur
Apa rencana Anda akhir pekan ini? Jika bersantap dan bersantai di tempat rileks dengan segelas anggur, silakan coba mengunjungi Burgundy Dine & Wine di Jalan Raya Maribaya No 163, Lembang.
Tempat kuliner yang satu ini tidak hanya memberikan anda kepuasan bersantap, tapi juga bersantai dekat alam sekitar. Hal tersebut bisa menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk relaksasi bersama keluarga atau kerabat.
Marketing Manager Burgundy Dine & Wine Wiyanto mengatakan, lokasi yang baru dibuka sekitar tiga bulan lalu ini memiliki suasana yang nyaman untuk bersantai. Tempat yang berlokasi di atas ketinggian bukit dengan suhu udara alam yang masih sangat natural ini diharapkan dapat menimbulkan ketertarikan pelanggan menikmati hidangan dan anggur di Burgundy.
"Suasananya sangat nyaman. Di atas lahan seluas 180 hektare, Burgundy tidak hanya memberikan kepuasan bersantap. Kenikmatan pelanggan untuk suasana dan servis dari kami juga pasti mereka dapatkan," tuturnya belum lama ini.
Wiyanto menyebutkan, Burgundy Wine & Dine memberikan konsep santai dengan suasana peninggalan zaman Belanda. Bangunan tersebut memiliki ruangan yang dapat dipilih pelanggan untuk menikmati beragam hidangan yang disediakan.
"Selain bermacam-macam menu, udara segar pegunungan dan hamparan pemandangan yang eksotik diharapkan dapat memberikan kepuasan tersendiri. Atau jika ingin menikmati suasana bangunan, pengunjung dapat memilih ruangan yang telah disediakan," ujarnya.
Menurut dia, restoran Burgundy dapat ditempuh dengan jarak sekitar 7 kilometer dari Jalan Dago Bengkok. Meski jalannya sedikit berbatu, menanjak, menurun, dan meliuk, mata kita akan dimanjakan landscape pemandangan yang berada di sebelah kiri-kanan jalan. "Sekitar 20-30 menit kalau ambil jalan dari Dago Bengkok. Sedangkan, jika mengambil arah dari pusat Lembang, pengendara akan menempuh perjalanan sekitar 10 menit atau lebih kurang berjarak 4 kilometer," tambahnya.
Setelah melewati perjalanan menuju Burgundy Wine & Dine, di restoran tersebut, anda dapat menikmati berbagai hidangan. Wiyanto mengatakan, di restoran ini pelanggan akan dimanjakan dengan sejumlah sajian steak spesial. Sebab, tempat makan ini memang memberikan sajian ala Eropa. Meski demikian, menu tradisional pun tersedia seperti bajigur, bandrek, dan lain.
Sementara, jika Anda ingin menikmati wine, Burgundy menyediakan sekitar 60 koleksi wine dari berbagai negara. "Sebanyak 70 persen wine yang ada di sini adalah koleksi dari Prancis. Sisanya campuran dari Chili, Australia, Jerman, Kanada, Italy, dan Spanyol," ungkapnya.
Soal harga, Anda tidak perlu khawatir. Burgundy menyediakan wine kisaran Rp200.000 sampai Rp4 juta per botol. "Kami juga akan menyediakan wine dengan harga Rp15-20 juta untuk para penggemar," tegasnya.
Alangkah nikmatnya bersantai dengan segelas anggur dan dimanjakan pemandangan asri di sekitar Burgundy. Tidak hanya pada siang hari, suasana malam juga membuat tempat itu lebih indah. "Kami mulai beroperasi pukul 11.00 WIB hingga selesai," tandasnya. (okefood)
Lihat juga : sour sally, dim sum
Tempat kuliner yang satu ini tidak hanya memberikan anda kepuasan bersantap, tapi juga bersantai dekat alam sekitar. Hal tersebut bisa menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk relaksasi bersama keluarga atau kerabat.
Marketing Manager Burgundy Dine & Wine Wiyanto mengatakan, lokasi yang baru dibuka sekitar tiga bulan lalu ini memiliki suasana yang nyaman untuk bersantai. Tempat yang berlokasi di atas ketinggian bukit dengan suhu udara alam yang masih sangat natural ini diharapkan dapat menimbulkan ketertarikan pelanggan menikmati hidangan dan anggur di Burgundy.
"Suasananya sangat nyaman. Di atas lahan seluas 180 hektare, Burgundy tidak hanya memberikan kepuasan bersantap. Kenikmatan pelanggan untuk suasana dan servis dari kami juga pasti mereka dapatkan," tuturnya belum lama ini.
Wiyanto menyebutkan, Burgundy Wine & Dine memberikan konsep santai dengan suasana peninggalan zaman Belanda. Bangunan tersebut memiliki ruangan yang dapat dipilih pelanggan untuk menikmati beragam hidangan yang disediakan.
"Selain bermacam-macam menu, udara segar pegunungan dan hamparan pemandangan yang eksotik diharapkan dapat memberikan kepuasan tersendiri. Atau jika ingin menikmati suasana bangunan, pengunjung dapat memilih ruangan yang telah disediakan," ujarnya.
Menurut dia, restoran Burgundy dapat ditempuh dengan jarak sekitar 7 kilometer dari Jalan Dago Bengkok. Meski jalannya sedikit berbatu, menanjak, menurun, dan meliuk, mata kita akan dimanjakan landscape pemandangan yang berada di sebelah kiri-kanan jalan. "Sekitar 20-30 menit kalau ambil jalan dari Dago Bengkok. Sedangkan, jika mengambil arah dari pusat Lembang, pengendara akan menempuh perjalanan sekitar 10 menit atau lebih kurang berjarak 4 kilometer," tambahnya.
Setelah melewati perjalanan menuju Burgundy Wine & Dine, di restoran tersebut, anda dapat menikmati berbagai hidangan. Wiyanto mengatakan, di restoran ini pelanggan akan dimanjakan dengan sejumlah sajian steak spesial. Sebab, tempat makan ini memang memberikan sajian ala Eropa. Meski demikian, menu tradisional pun tersedia seperti bajigur, bandrek, dan lain.
Sementara, jika Anda ingin menikmati wine, Burgundy menyediakan sekitar 60 koleksi wine dari berbagai negara. "Sebanyak 70 persen wine yang ada di sini adalah koleksi dari Prancis. Sisanya campuran dari Chili, Australia, Jerman, Kanada, Italy, dan Spanyol," ungkapnya.
Soal harga, Anda tidak perlu khawatir. Burgundy menyediakan wine kisaran Rp200.000 sampai Rp4 juta per botol. "Kami juga akan menyediakan wine dengan harga Rp15-20 juta untuk para penggemar," tegasnya.
Alangkah nikmatnya bersantai dengan segelas anggur dan dimanjakan pemandangan asri di sekitar Burgundy. Tidak hanya pada siang hari, suasana malam juga membuat tempat itu lebih indah. "Kami mulai beroperasi pukul 11.00 WIB hingga selesai," tandasnya. (okefood)
Lihat juga : sour sally, dim sum
Pizza Burger
The New York Pizza Burger ($12.99) is a 9-and-a-half-inch wide burger made with four Whopper patties topped with pepperoni, mozzarella cheese, marinara sauce, and Tuscan pesto sauce.
Burger King Vice President John Schaufelberger said the NY Pizza Burger is a tribute to the city that also “demonstrates the type of menu offerings our guests can expect.” Schaufelberger said the Whopper Bar acts as an “innovation lab” for Burger King to pilot new menu items.
The 2,520 calorie concoction will be available exclusively at the New York City Whopper Bar starting in September to fulfill that longtime desire for New Yorkers to finally find a good pizza pie. (larryfire)
See also : dim sum, hanamasa
Burger King Vice President John Schaufelberger said the NY Pizza Burger is a tribute to the city that also “demonstrates the type of menu offerings our guests can expect.” Schaufelberger said the Whopper Bar acts as an “innovation lab” for Burger King to pilot new menu items.
The 2,520 calorie concoction will be available exclusively at the New York City Whopper Bar starting in September to fulfill that longtime desire for New Yorkers to finally find a good pizza pie. (larryfire)
See also : dim sum, hanamasa
Anggur merah?
Anggur merah dan red wine apakah sama? Tentu saja bila diterjemahkan bisa berarti sama. Kecuali anggur merah diterjemahkan sebagai red grape, hehehe. Tulisan ini bukan hendak membahas kesamaan dan ketidaksamaan dari kedua benda itu secara literal alias harfiah, melainkan genre musiknya.
Mengapa genre musik? Apakah ada hubungan antara anggur merah dengan lagu? Bila anda penggemar dangdut tentu paham bahwa anggur merah sering dianggap sebagai judul dari sebuah lagu ciptaan Fazal Dath yang dibawakan oleh almarhum Meggy Z. Padahal judul sebenarnya adalah Senyum Membawa Luka. Mungkin karena anggur merah disebutkan pada awal lirik sehingga konotasinya lagu itu berjudul anggur merah.
Lagu ini menjadi salah satu hits dari Meggy Z. selain Benang Biru, Lebih Baik Sakit Gigi dan Jatuh Bangun. Lalu hubungannya dengan red wine apa? Hubungannya adalah red wine terdapat dalam lirik sekaligus judul lagu milik Neil Diamond yang dinyanyikan ulang oleh UB40. Tepatnya, lagu itu berjudul Red Red Wine. Yang akan saya fokuskan di sini adalah versi milik UB40 karena Red Red Wine lebih dikenal publik sebagai lagu milik UB40.
Kedua lagu ini memiliki kesamaan yaitu berada pada genre world music, yaitu dangdut dan reggae. Dangdut berasal dari Indonesia dan reggae berasal dari Jamaica. Namun sayangnya nasib kedua jenis genre ini berbeda jauh. Kita mahfum bahwa sejak lama Jamaica sudah mentransformasi reggae menjadi musik dunia, bukan lagi musik dari dunia ketiga seperti halnya dangdut. Akan halnya dangdut, bukan hanya menjadi musik dari dunia ketiga tapi juga sering dianggap musik tak berkelas di negeri asalnya sendiri.
Selain Bob Marley yang sukses mengentaskan reggae ke pentas dunia, kita mengenal sebuah band yang sudah identik dan konsisten membawakan musik reggae, yaitu UB40. Band yang diawaki oleh lebih dari selusin musisi ini malah berasal dari Birmingham, Inggris.
Reggae masuk ke dalam daftar salah satu genre dari musik dunia di sini, sementara saya tidak menemukan genre dangdut di situs itu. Saya hanya menemukan Acehnese dan Gamelan. Padahal banyak sekali seni musik asli Indonesia dari ribuan kebudayaan yang ada di Nusantara. Mungkin pemerintah harus lebih gencar memperkenalkan budaya asli Indonesia selain batik, wayang dan keris yang sudah diakui sebagai warisan dunia itu.
Beberapa waktu lalu saya pernah mendengar sebuah kontes dangdut diselenggarakan di Amerika. Peminatnya ternyata lumayan banyak. Anda tahu pemenangnya? Seorang berpenampilan ala rastafarian yang identik dengan reggae bernama Arreal Tilghman (lihat profilnya). Mungkin karena pemusik dangdut belum mempunyai identitas sendiri dalam berpenampilan, bolehlah meminjam identitas reggae dulu.
Perkembangan lain adalah, ternyata di Amerika sana juga, ada sebuah band dangdut yang personilnya asli bule. Mereka mengadopsi musik dangdut dan kali ini meminjam identitas koboi untuk menarik minat penonton. Band asal Pittsburgh ini bernama Dangdut Cowboys. Komandannya adalah seorang profesor musik dari University of Pittsburgh bernama Andrew N Weintraub PhD. Selengkapnya bisa dibaca di blog milik Lambertus Hurek ini.
Okelah kalau begitu (hehe..pinjem istilah Warteg Boyz), sekian dulu sekilas info tentang anggur merah. Mudah-mudahan bisa menjadi referensi bagi semua.
Sumber : pepperonny - hiburan.kompasiana
Lihat juga : hanamasa, burger king
Mengapa genre musik? Apakah ada hubungan antara anggur merah dengan lagu? Bila anda penggemar dangdut tentu paham bahwa anggur merah sering dianggap sebagai judul dari sebuah lagu ciptaan Fazal Dath yang dibawakan oleh almarhum Meggy Z. Padahal judul sebenarnya adalah Senyum Membawa Luka. Mungkin karena anggur merah disebutkan pada awal lirik sehingga konotasinya lagu itu berjudul anggur merah.
Lagu ini menjadi salah satu hits dari Meggy Z. selain Benang Biru, Lebih Baik Sakit Gigi dan Jatuh Bangun. Lalu hubungannya dengan red wine apa? Hubungannya adalah red wine terdapat dalam lirik sekaligus judul lagu milik Neil Diamond yang dinyanyikan ulang oleh UB40. Tepatnya, lagu itu berjudul Red Red Wine. Yang akan saya fokuskan di sini adalah versi milik UB40 karena Red Red Wine lebih dikenal publik sebagai lagu milik UB40.
Kedua lagu ini memiliki kesamaan yaitu berada pada genre world music, yaitu dangdut dan reggae. Dangdut berasal dari Indonesia dan reggae berasal dari Jamaica. Namun sayangnya nasib kedua jenis genre ini berbeda jauh. Kita mahfum bahwa sejak lama Jamaica sudah mentransformasi reggae menjadi musik dunia, bukan lagi musik dari dunia ketiga seperti halnya dangdut. Akan halnya dangdut, bukan hanya menjadi musik dari dunia ketiga tapi juga sering dianggap musik tak berkelas di negeri asalnya sendiri.
Selain Bob Marley yang sukses mengentaskan reggae ke pentas dunia, kita mengenal sebuah band yang sudah identik dan konsisten membawakan musik reggae, yaitu UB40. Band yang diawaki oleh lebih dari selusin musisi ini malah berasal dari Birmingham, Inggris.
Reggae masuk ke dalam daftar salah satu genre dari musik dunia di sini, sementara saya tidak menemukan genre dangdut di situs itu. Saya hanya menemukan Acehnese dan Gamelan. Padahal banyak sekali seni musik asli Indonesia dari ribuan kebudayaan yang ada di Nusantara. Mungkin pemerintah harus lebih gencar memperkenalkan budaya asli Indonesia selain batik, wayang dan keris yang sudah diakui sebagai warisan dunia itu.
Beberapa waktu lalu saya pernah mendengar sebuah kontes dangdut diselenggarakan di Amerika. Peminatnya ternyata lumayan banyak. Anda tahu pemenangnya? Seorang berpenampilan ala rastafarian yang identik dengan reggae bernama Arreal Tilghman (lihat profilnya). Mungkin karena pemusik dangdut belum mempunyai identitas sendiri dalam berpenampilan, bolehlah meminjam identitas reggae dulu.
Perkembangan lain adalah, ternyata di Amerika sana juga, ada sebuah band dangdut yang personilnya asli bule. Mereka mengadopsi musik dangdut dan kali ini meminjam identitas koboi untuk menarik minat penonton. Band asal Pittsburgh ini bernama Dangdut Cowboys. Komandannya adalah seorang profesor musik dari University of Pittsburgh bernama Andrew N Weintraub PhD. Selengkapnya bisa dibaca di blog milik Lambertus Hurek ini.
Okelah kalau begitu (hehe..pinjem istilah Warteg Boyz), sekian dulu sekilas info tentang anggur merah. Mudah-mudahan bisa menjadi referensi bagi semua.
Sumber : pepperonny - hiburan.kompasiana
Lihat juga : hanamasa, burger king
Wine, and South Africa
"Try the Sauvignon Blanc. Refreshing to the last drop, "said wine producer, Adam Mason, recommended the homemade wine. Mason guarantee, Sauvignon Blanc will be the best friend to watch the World Cup in South Africa.
"Beer is the drink satisfy thirst. That is also the quality which is owned by the Sauvignon Blanc. You can drink a bottle without feeling bloated, "said Mason, as quoted from sport24.
Wine producers in Cape Town, South Africa, was hoping to convince the fans to swap ball their traditional drink, beer, a glass of white wine (white wine) made them.
Mason has at Klein Constantia wine estate. Constantia, a distance of half an hour's drive from Cape Town, famous for his vineyard for more than 300 years. A little further away from Constantia, Stellenbosch there is also - an area which consists of hundreds of vineyards. Stellenbosch is famous as a tourist attraction.
World Cup resulted in sales of South African wine industry has increased significantly. Various leading supermarkets in Europe featuring South Africa's wine-wine on shelves, alongside the traditional snacks such as beer and krispi football. African wine exporters said they hope to increase wine exports about 10-15 per cent during the World Cup.
In South Africa alone, the wine producers continue to examine whether the inclusion of approximately 350 thousand soccer fans from different countries, can continue to increase their sales figures, or increase the number of visitors to their vineyard. Supporters of the ball is likely to want to take a break from the din and commotion vuvuzela mass, with visiting South African vineyards famous.
"South African Wine is amazing. However, I still can not imagine watching football without beer, "said Julien Damon, 26-year-old French supporter.
"We will produce a lot of wine, and we have a potential market for those who are traveling here, the people of Chile, Argentina, Australia, France, Italy, Spain, and others. Very interesting and beneficial to our local wine, "lid Mason.
Source : Hadi Suprapto, Anggi Kusumadewi - Vivanews
See also : dim sum, burger king
"Beer is the drink satisfy thirst. That is also the quality which is owned by the Sauvignon Blanc. You can drink a bottle without feeling bloated, "said Mason, as quoted from sport24.
Wine producers in Cape Town, South Africa, was hoping to convince the fans to swap ball their traditional drink, beer, a glass of white wine (white wine) made them.
Mason has at Klein Constantia wine estate. Constantia, a distance of half an hour's drive from Cape Town, famous for his vineyard for more than 300 years. A little further away from Constantia, Stellenbosch there is also - an area which consists of hundreds of vineyards. Stellenbosch is famous as a tourist attraction.
World Cup resulted in sales of South African wine industry has increased significantly. Various leading supermarkets in Europe featuring South Africa's wine-wine on shelves, alongside the traditional snacks such as beer and krispi football. African wine exporters said they hope to increase wine exports about 10-15 per cent during the World Cup.
In South Africa alone, the wine producers continue to examine whether the inclusion of approximately 350 thousand soccer fans from different countries, can continue to increase their sales figures, or increase the number of visitors to their vineyard. Supporters of the ball is likely to want to take a break from the din and commotion vuvuzela mass, with visiting South African vineyards famous.
"South African Wine is amazing. However, I still can not imagine watching football without beer, "said Julien Damon, 26-year-old French supporter.
"We will produce a lot of wine, and we have a potential market for those who are traveling here, the people of Chile, Argentina, Australia, France, Italy, Spain, and others. Very interesting and beneficial to our local wine, "lid Mason.
Source : Hadi Suprapto, Anggi Kusumadewi - Vivanews
See also : dim sum, burger king
penyajian table wine
Penikmat wine biasanya sudah paham benar mengenai aturan-aturan umum untuk menghidangkan wine. Pengetahuan ini biasanya mereka peroleh dari pergaulan, kebiasaan, atau ajaran keluarga yang juga menyukai wine. Bagi kita yang orang awam, tak ada ruginya mempelajari aturan umum ini, apalagi bagi Anda yang cukup sering disuguhi atau harus menyuguhi wine di pesta atau gathering.
Penyajian table wine
Table wine disebut juga natural still wine. Minuman ini disebut table wine karena banyak digemari untuk diminum pada waktu makan. Table wine terdiri dari red wine, white wine, dan rose wine. Penyajian table wine harus dilakukan dengan baik dan benar, terutama memperhatikan temperaturnya.
• Red wine harus disajikan pada temperature 18°C atau yang disebut room temperature.
• White wine disajikan dalam keadaan dingin, tetapi tidak terlalu dingin karena akan merusak rasa, yaitu pada temperature 8°C.
• Rose wine harus disajikan dalam suhu 7-10°C.
Sumber : erlangga
Lihat juga : sate, hanamasa
Penyajian table wine
Table wine disebut juga natural still wine. Minuman ini disebut table wine karena banyak digemari untuk diminum pada waktu makan. Table wine terdiri dari red wine, white wine, dan rose wine. Penyajian table wine harus dilakukan dengan baik dan benar, terutama memperhatikan temperaturnya.
• Red wine harus disajikan pada temperature 18°C atau yang disebut room temperature.
• White wine disajikan dalam keadaan dingin, tetapi tidak terlalu dingin karena akan merusak rasa, yaitu pada temperature 8°C.
• Rose wine harus disajikan dalam suhu 7-10°C.
Sumber : erlangga
Lihat juga : sate, hanamasa
Langganan:
Postingan (Atom)