Kamis, 02 Desember 2010

Enaknya Ice cream Oen Semarang

Menyebut tempat wisata kuliner Kota Semarang, pastilah Toko Ice cream Oen yang berada di jalan Pemuda menjadi restoran paling awal disebutkan. Toko yang sudah bertahan tiga generasi itu, dengan khas menyajikan menu-menu andalannya yang bahan maupun rasa terjaga secara turun temurun dan diyakini rasanya tidak pernah berubah dari dulu.

Toko Oen Semarang berdiri sejak tahun 1933, saat ini pemiliknya Yenni Kalalo merupakan generasi ketiga dari toko tersebut. Konsep restoran satu ini pun khas, dengan bangunan kunonya. Kalaupun ada penyegaran pada interiornya saja.

Toko Oen bagaikan ikon Semarang, setiap wisatawan khususnya dari Belanda yang berkunjung ke Semarang selalu mampir sejenak ke toko ini.

Saat ini Toko Oen bukan lagi identik dengan orang tua, saat kami datang dan ingin menikmati makanan di restoran tersebut ada beberapa anak muda datang di restoran yang didirikan oleh Liem Gien Nio, istri dari Oen Tjoen Hok itu.

Kebanyakan anak muda ini datang menikmati berbagai ice cream yang ada di Toko Oen, menurut Antok Liem pengurus Toko Oen ice cream yang paling banyak digemari ice cream Oen Simphony dan Tutty Fruity.

Kedua ice cream ini disajikan dengan bentuk yang sangat unik, untuk Oen Simphony ada permainan warna dalam penyajiannya dari ice cream rasa coklat yang ditaruh paling bawah, ditingkat selanjutnya ada ice cream rasa vanila, serta tidak ketinggalan roti lidah kucing.
Yang lebih menarik lagi ternyata resep pembuatan ice cream ini sama dengan saat Toko Oen berdiri, Antok mengungkapkan resep yang dibuat sejak generasi pertama itu sengaja dipertahankan untuk menjaga rasa ice cream tersebut.

"Dulu pernah diuji coba untuk beberapa bahan pembuat ice cream dikurangi, ternyata rasa yang dihasilkan sangat berbeda. Sehingga sampai saat ini oleh generasi penerus Toko Oen tetap menggunakan resep ice cream yang lama tanpa mengurangi sedikitpun komposisi bahan pembuatnya," ungkap Antok.

Resep ice cream yang telah bertahan puluhan tahun itu ternyata memang sangat nikmat, ice cream - nya lumer dan lembut dimulut. Untuk rasa dari ice cream itu sendiri sangatlah nikmat, tentunya ice cream Oen Simphony seharga Rp 17.500 itu tidaklah mahal dan sepadan dengan rasa ice cream itu sendiri.

Antok menambahkan menikmati ice cream di Toko Oen sangatlah nikmat kalau diselingi nyemil beberapa roti khas buatan TOKO Oen seperti kaastengel (kue keju kering) dan kattetonge (kue lidah kucing). (Wisanggeni/CN13)

Sumber : suaramerdeka.com

Lihat juga:
Dim Sum

Rabu, 01 Desember 2010

Itoph, pemilik Poke Sushi

Bekerja sebagai seorang waiter, helper, hingga asisten chef pernah dilakoni oleh pria yang kini menjadi Sushi chef sekaligus pemilik sebuah resto sushi ini. Siapa sangka belajar memasak dari sang oma dan rasa ingin tahu yang besar justru merupakan modal terbesarnya menjadi sukses!

Bernama lengkap Toar Christopher atau yang akrab disapa Itoph, sushi chef dan salah satu pemilik Poké Sushi ini mengaku tak pernah menyangka akan menjadi seorang chef apalagi seorang sushi chef. Cita-citanya semasa SMA adalah menjadi seorang arsitek untuk mengikuti jejak sang ibu. Bahkan ia pun sempat mengecap pendidikan arsitek di Universitas Parahiangan, Bandung.

"Saya dulu bandel sekali, sehingga baru beberapa semester saya pun drop out akibat sering tidak masuk kuliah," ujarnya sambil terkekeh geli mengenang masa lalu. Hampir putus asa akhirnya sang ibu memutuskan untuk mengirimnya ke USA dan mengambil jurusan IT. Hijrah ke USA justru menjadi titik balik dari kehidupan Itop yang tak pernah bisa diduganya.

Pengalaman pertama bekerja part time dilakoninya di sebuah restoran bernama 'Little Tokyo'. Menjadi seorang waiter hingga kesulitan berkomunikasi dengan bahasa Inggris juga pernah dialami oleh Itop. Akhirnya saat terjadi krisis moneter di Indonesia pada tahun 1998 memaksanya bekerja total untuk membiayai kuliah.

Setelah menjalani training di Tennesee, USA selama 3 bulan akhirnya bapak dari seorang putri berusia 12 tahun ini ditempatkan di sebuah restoran Cina. Disinilah ia mulai mendapatkan ketrampilan dasar untuk menjadi seorang chef. Mulai dari menjadi seorang waiter, hingga kemudian menjadi seorang 'helper' di dapur. Menguliti ayam, mengangkat barang, hingga berdiri berjam-jam sudah merupakan makanan sehari-hari yang dijalani Itoph dengan tekun dan penuh kesabaran.

Tak sia-sia, ketika perusahaan tempat ia bekerja ingin membuka sebuah restoran Jepang di ia pun mendapatkan tawaran untuk mendalami sushi. Sebulan penuh ia mempelajari dan menghapalkan menu hingga diterima sebagai 'helper' seorang sushi chef. "Belajar menjadi sushi chef tidak mudah karena kita tidak diajarkan secara langsung. Kita harus pandai-pandai berlatih sendiri dan memperhatikan teknik sang chef, sebab sushi chef memang biasanya terkenal pelit berbagi ilmu" terangnya.

Setelah setahun, akhirnya Itop memperoleh kepercayaan dari sang chef untuk membuat maki dan nigiri sushi. Dalam tahap sebelumnya Itoph bahkan menjalani training mengasah pisau, mencuci, menyiapkan sayuran hingga memotong sayuran.

"Yang tersulit dari membuat sushi kita harus bergerak cepat sementara hasilnya tak hanya enak namun harus cantik," ujar Itoph. Cekatan dan kedisiplinan Itoph membuat sang guru terkesan dan merekomendasikan dirinya untuk memperdalam 'speed' membuat sushi pada teman sang guru di Atlanta. Ia pun sempat berguru di Atlanta selama 3 bulan, sebelum akhirnya kembali ditarik di perusahaan tempatnya bekerja dulu.

Perjalanan menjadi seorang corporate sushi chef pun dimulai, ia pun dipercaya memberi pelatihan outlet-outlet sushi perusahaan yang tersebar di seluruh Amerika. Namun tak lama, pekerjaan tersebut membuatnya bosan ia pun melamar bekerja di sebuah resto Jepang 'Ohana'. Pengalaman membuatnya diangkat menjadi sushi chef Ohana dan bekerja disana hampir 2 tahun lamanya.

Setelah pulang ke Indonesia, berkat dorongan dan ajakan teman-teman ia pun berani membuka sebuah restoran sushi bernama Poké Sushi Dharmawangsa yang menjadi cikal bakal tumbuhnya outlet-outlet Poké Sushi lainnya di Jakarta. Restoran berkonsep 'Japanese American Fusion' ini memang memiliki spesialisasi sushi berbentuk roll. Namun jika ditanya soal makanan favoritnya, "Sebenarnya makanan favorit saya bukan Jepang melainkan Bruine Bonen Soep buatan oma saya," ujarnya.

Tak pelit berbagi ilmu, ia pun memberikan resep membuat Caterpillar Unagi Roll bagi pembaca detikfood khususnya mereka pencinta sushi. Sushi ini merupakan salah satu menu favorit pengunjung Poké Sushi yang hmm... oishii desu ne!

Caterpillar Unagi Roll
Untuk 8 potong

Bahan:
80 g Nasi sushi
?? lembar nori ukuran 10x20 cm
10 g tobiko
80 g daging alpukat, iris tipis
10 g kyuri/mentimun hijau, iris tipis
50 g unagi, siap beli
10 ml saus unagi/teriyaki
Taburan:
1 sdt tobiko

Cara membuat:
* Sebarkan nasi sushi secara merata dengan menyisakan 5 mm bagian memanjang nori tanpa nasi. (Sebelumnya, basahi tangan dengan air).
* Balikkan ke atas makisu (gulungan bambu) yang sudah dilapisi plastik sehingga bagian nasi ada di luar. Susun di atas nori; tobiko, unagi dan kyuri.
* Gulung sambil padatkan hingga rapi dan lurus.
* Susun irisan alpukat segar di atasnya, tekan kembali dengan makisu hingga
* salmon melekat.
* Perciki dengan saus unagi/teriyaki dan taburi tobiko
* Potong melintang menjadi 8 bagian. Lapisi plastik, tekan-tekan kembali.
* Susun di atas piring, sajikan segera.

Tips:
* Untuk alpukat, pilih alpukat lokal Sukabumi yang besar dan tua. Ketika dipegang rasanya ‘kekar’, keras tetapi tidak terlalu lembut.
* Agar alpukat tidak kecokelatan warnanya, potong-potong sesaat akan disajikan atau digunakan.
* Unagi dapat dibeli di supermarket yang menjual produk import seperti Ranch Market, Sogo, dll.
* Pilih unagi yang besar, dagingnya lebih enak dan lebih lembut.
* Jika masih tersisa, unagi dapat disimpan di chiller.

"Kalau orang lain bisa, maka saya juga harus bisa," demikian tuturnya saat ditanya tentang motto hidupnya dan kegigihannya dalam menjalani hidup. (dev/Odi)

Sumber : Devita Sari - detikFood

Lihat juga:
Sate
Steak

Bakso Soto Pemalang

Lokasi warung bakso yang mirip Soto daging sapi Putri Mi’ad Pemalang ini mungkin relatif jauh dari Jalur Pantura Pemalang, namun walau berada di pinggir jalan alternatif Pemalang-Comal, pengunjung Bakso yang berdiri sejak tahun 1965 ini tak pernah sepi pengunjung.

Berada persis di sebelah selatan Tugu Desa Jebed Utara, lokasi warung bakso ini berjarak sekitar 10 km dari pusat kota Pemalang.
Dengan interior yang masih sederhana tak membuat para pengunjung warung milik Kusyati (47) ini berkurang. Dengan tata letak kursi yang memanjang seperti khasnya orang hajatan, banyak pengunjung yang datang merasa menikmati bakso seperti di rumah sendiri.

Menurut Kusyati sertidaknya dia membutuhkan daging sapi 18 Kg dalam sehari.

Sejak tahun 1965
Bakso yang sejak tahun 1965 terkenal dengan nama bakso Miad ini awalnya berada di desa Banjaran. Namun seiring jaman, usai meninggalnya Pak Miad, Kusyati memindah lokasi sejak tahun 2000 ke pertigaan Jebed Utara yang lokasinya lebih strategis.

Aroma daging sapi rebusan sudah kental terasa saat hendak memasuki warung tersebut karena letak gerobag permanen yang diletakkan di depan warung. Bakso yang ada disini bukanlah bakso gilingan seperti yang sering kita jumpai. Tetapi masih dalam bentuk daging yang dipotong kecil. dimasak dengan bumbu sederhana, merica, kemiri dan bawang putih.
Lebih mirip soto malahan dibandingkan bakso yang sering kita jumpai sehari-hari. Daging yang empuk juga menjadikan bakso ini dikunjungi pejabat maupun masyarakat dari luar kota. Dan cukup dengan tujuh ribu rupiah, anda bisa menyantap semangkuk bakso daging.

Racikan Khusus
Penikmat bakso Miad boleh saja meminta racikan khusus, semisal meminta tambahan tomat atau kerupuk wuwur. Kesegaran kuah bakso dengan tomat segar menjadikan Rina (26) pengunjung dari Watukumpul sering mampir ke warung tersebut.

"Segarnya kuah dan tomat mentah membuat ingin kembali kesini" ucapnya saat ditemui di warung yang buka dari jam 10 pagi ini pada hari biasa tutup pukul tujuh malam.

Hidangan lain sebagai pelengkap di warung ini adalah buah jeruk sebagai penutup makanan. (Makhjudin Zein/CN13)

Sumber : suaramerdeka.com

Lihat juga:
Dim Sum
Sour Sally

Besarnya Pajak Wine

Pemerintah diminta memberikan kemudahan kepada para eksportir minuman Wine dengan menurunkan pajaknya yang saat ini mencapai 150 persen sehingga mempersulit bagi para eksportir untuk mengimpor minuman tersebut dari luar negeri.
Para eksportir minuman anggur (wine) merasa pajak yang dikenakan pemerintah sangat besar yang membuat mereka kesulitan untuk membawa minuman anggur itu ke dalam negeri karena pajak yang dikenakan pemerintah sangat mahal, kata Wakil Presiden Sommellier Asociation, Alexander H. Effendie, kepada pers di Jakarta, kemarin.

Alexander H. Effendie mengatakan, pajak pemerintah terhadap wine sangat besar kalau dibandingkan di Singapura hanya 70 dolar Singapura per liter, bahkan, di Thailand pajak mengenai pameran minuman asing hanya ditetapkan nol persen.

Hal ini yang menghambat eksportir minuman anggur untuk mengimpor minuman anggur itu ke pasar domestik, ucapnya
Pemerintah, lanjut dia, harus menurunkan pajak minuman anggur itu secara perlahan-lahan tapi pasti sehingga memudahkan eksportir minuman tersebut dapat mengimpor lebih banyak lagi.

'Kami optimis pemerintah akan merubah kebijakannya melihat minat masyarakat membeli minuman itu cukup besar, ' katanya.

Minum anggur, menurut dia, bukan seperti minum air putih sekaligus diminum, namun minumnya dilakukan secara bertahap sedikit demi sedikit karena tubuh akan menjadi hangat dan segar dan memberikan kesehatan erutama bagi orang tua yang sudah lanjut.

Apalagi, potensi pasar di dalam negeri sangat besar kalau melihat jumlah penduduknya yang mencapai 230 juta orang, katanya.

Menurut Alexander, pasar minuman anggur pada tahun ini diperkirakan akan tumbuh sebesar 20 persen lebih tinggi dibanding tahun lalu.(Zaz/At/Kl)

Sumber : berita8.com

Lihat juga:
Hanamasa
Burger King

Steak dengan Saus Siap Pakai Lezat

Anda bisa mencoba resep Steak yang mudah, sederhana, namun rasanya enak dengan menggunakan saus Steak siap pakai.

Bahan:
2 potong daging Steak (±225 gram per potong)
50 ml saus Steak siap pakai
3 sdm margarine/ minyak goreng
1 sdt bubuk merica
1 sdm kecap asin (bila suka)
2 sdm minyak (untuk menumis)
2 siung bawang bombay, cincang
½ butir bawang putih, cincang
1 sdt tepung terigu
½ bah paprika, potong dadu
60 ml kaldu daging

Cara Membuat:
- Lumuri daging Steak dengan saus siap pakai kemudian simpan selama 15-2 jam di dalam chiller sambil sesekali di balik.

- Panaskan grill pan dengan margarin. Panggang daging sambil dibalik-balik sampai tada kematangan yang diinginkan. Angkat.

- Panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih sampai layu dan harum. Msukkan tepung terigu sambil diaduk sampai kecokelatan.

- Beri sisa bumbu perendam steak, bubuk merica, kecap asin, paprika dan kaldu daging. Aduk-aduk sampai mendidih dan kental. Angkat.
Sajikan bersama Steak.

*Cara yang sama bisa diterapkan dengan saus teriyaki siap pakai.

Sumber : kosmo.vivanews.com


Lihat juga:
Dim Sum

Selasa, 30 November 2010

Delicious Halal Wine

AMSTERDAM (Reuters CAIRO) - Taner Tabak (35) have attempted to obtain a white Wine kosher certificate for two years, and now he has succeeded. "Kevserhelalwine" passed his test and get halal certification from the Quality Control Halal (Halal Quality Control - HQC).

Search Tabak will wine with alcohol content of 0% done at the request of the Muslims. At a meeting every Friday, they can not drink with colleagues and friends and a "Wine kosher" can be a solution for the problem.

Tabak study the process of making alcohol-free wine. Through a new technical process, which made him get a patent, Tabak, in cooperation with a German company, managed to make alcohol-free wine. Tabak said it had no drinks alcohol-free wine is said, but they do not pass the test HQC kosher because it still contains some alcohol.

HQC has a lot of requirements before they give a certificate to a product. An additional request to obtain such a certificate is hygienic regulations. They work under the consultation with the HQC. Tabak said, "Wine is not made kosher with it!"

Tabak target group not only Muslims, but more broadly. "What I was also targeted pregnant women, those who are affected by diabetes, they who have to drive after attending a party and therefore can not drink alcohol and so on."

Among the collection Tabak is red wine, white, and roses, too heavy wine. He was convinced of his delicacy of taste wine and recently challenged a Nicolaas Klei Wine expert to come and taste the wine.

Kevser name refers to a letter in the Qur'an, clearly Tabak. The letter speaks of kosher wine.

Tabak was not worried about the sale of wine - his. Countries like Malaysia, Azerbaijan, Dubai, and even Saudi Arabia have shown interest, Tabak said with enthusiasm.

Tabak Kevserhelalwine sells through his company, Talay Wine Company, with an average price of 6-7 euros (IDR 90000-100000).

"We've changed the haram into halal. Wine that tastes like wine but it is completely free of alcohol, and we produce it," says Tabak.

Tabak-made kosher wines are not the only alcoholic beverages that contain no alcohol. Last year, in France produced Chamalal, champagne kosher. Like champagne in general, this drink is also made from wine and bubbly, but alcohol-free.

Launched in September, just before the holy month of Ramadan in 2008, proved successful Chamala accepted in the country of origin of champagne. No single event will ever complete without his presence.
Champagne bubble kosher version is sold at a price about 60 euros (Rp 900,000) per bottle in some restaurants, but much cheaper if bought at the supermarket.

Inventors Chamalal, Rachid Gacem, said he saw a gap in the market for alcoholic beverages.

"When I came to the party and everyone drank alcohol, such as champagne, they often ask if I want to drink one glass. But we (Muslims) do not drink alcohol. Because I want to be part of the party, I want to drink something like champagne, but not the champagne. "
Responding to these drinks, not all Muslims necessarily agree. Some of the Muslims even questioned the dubious content Cham'alal content. As the comments in an online news site that writes about the launch Cham'alal, one of which reads, "Does it truly Wine carbonated beverage?". (Rin / Iie / ITN / fw / RPK / at) Cited by www.suaramedia.com

Source: suaramedia.com

See also:
Sate
Soto

Burger King Jepang

Burger King Jepang membawa pulang pemanasan global musim panas ini ... rumah untuk makan malam! Panas pada tumit dari Whopper Marah sangat sukses, raksasa makanan cepat saji diatur untuk meluncurkan burger yang membuat AW tampak sebagai cute Hello Kitty. Ini disebut "Crazy Whopper", dan siapa saja cukup gila untuk mencobanya dapat melakukannya dimulai pada Jumat, Juli 23 2010.

Apa yang begitu gila tentang Whopper Crazy? Para paprika adalah titik. The Whopper Marah mendapatkan panas dari cabai paprika hijau jalapeno yang nilai sekitar 5.000 pada skala Scoville. Kedengarannya cukup tinggi tapi begitu's skala: Capsaicin murni skor 15-16000000.

Habanero paprika rate sampai 500.000 dan topping daftar paprika dibudidayakan adalah India Bhut Jolokia, Ghost Chili ditakuti. The Guinness World Records orang bersertifikat Bhut Jolokia sebagai lada dunia terpanas di tahun 2007, peringkat beberapa kultivar di 1.000.000 unit Scoville membakar! Sekarang yang panas ... kentang goreng dengan itu?

Tidak ada yang menganggap Burger King Jepang akan layering irisan paprika Roh Cabe ke whoppers mereka datang tanggal 23 Juli. Sebaliknya, kemungkinan bahwa beberapa jumlah tidak tertentu Bhut Jolokia ekstrak akan dituangkan ke dalam saus yang, sementara pasti pedas, tidak akan mengirimkan pengunjung ke kejang-kejang atau menyebabkan mereka secara spontan membakar.

Semua BK-J akan mengatakan untuk saat ini adalah bahwa Whopper Crazy akan 30 kali spicier dari Whopper Marah. Dapatkan 570 Anda yen (sekitar $ 6,35) yang siap dan membawa BANYAK air. (Melalui Jepang Hari ini, JPABC.net dan Cafe Chokoball)

Sumber: Steve Levenstein-inventorspot.com

Lihat Juga:
Dim Sum
Sushi

Kelezatan Rujak Ice cream

Di kota kelahiran saya, Yogyakarta, makanan yang satu ini gampang ditemukan, Rujak Ice cream. Racikan menu khas kota gudeg ini sebenarnya sederhana. Sepiring rujak berisi berbagai macam buah seperti mangga, bengkoang, pepaya, dan mentimun. Lalu, di atasnya di taruh Ice cream. Jangan dibayangkan ice cream - nya selembut es krim Walls atau Campina. Ice cream di atas rujak ini sekelas es puter. Tapi, rasanya mantap. Enak dan segar.

Manis gula jawa dan pedas dari bumbu rujak, bercampur dengan manis dari rasa susu ice cream, ditambah rasa asam dari mangga muda dan buah-buahan lainnya. Benar-benar merupakan paduan yang unik. Apalagi dinikmati saat cuaca panas. Hmm..bikin ketagihan!

Di Yogyakarta, Rujak ice cream ini biasa dijajakan dengan gerobak dorong dan mudah ditemui ditempat-tempat yang dekat dengan komplek sekolah, perkantoran atau perumahan.

Di antara sekian banyak penjaja rujak ini, ada satu penjual yang menjadi langganan saya. Letaknya di Pogung Baru Jalan Kaliurang km 4. Kalau dari arah selatan (dari arah bundaran UGM ), gang terakhir sebelum pompa bensin Jalan Kaliurang Km.4, masuk sekitar 500 meter.

Meski hanya warung sederhana, namun cukup nyaman. Sebab, disediakan gubuk bambu yang teduh dengan meja-meja pendek. Rujaknya juga baru dibikin setelah ada pesanan.

Di samping itu, pembeli bisa menentukan sendiri kadar kepedasannya. Mau cabai satu, tiga, sepuluh, bebas saja. Harganya juga murah kok. Cukup dengan Rp 2.500 per porsi, sepiring rujak es krim siap dinikmati.

Warung ini terbilang laris. Pada jam-jam tertentu, seperti jam makan siang atau jam 16.00 WIB,pembeli juga harus rela mengantri. Saya yakin rujak ice cream bisa menjadi salah satu alternatif pilihan makanan yang dicoba (Mmm...sayangnya tidak bisa dijadikan oleh-oleh!)

Sumber : Marcella Chandra Wijayanti - Kompas

Lihat juga:
Sour Sally
Hanamasa

Senin, 29 November 2010

Ayo makan di Abuba Steak

Hampir dua tahun saya tidak mencicipi Steak favorit ini. Akhirnya minggu lalu, saya pun berangkat untuk kembali mencicipi menu favorit satu ini, rasanya waow...... tetap tidak berubah meski saya sudah menjadi pelanggan tetapnya selama 13 tahun....! Rasanya tetap aduhai..... apalagi dengan campuran sayuran dan kentang gorengnya. Jangan tanya deh.... saya bisa egois makan sendiri !. hmmmhhh........

Seperti biasa saya memesan menu favorit Sirloin Steak, sementara suami saya memesan Tenderloin Steak.

Seingat saya terakhir kali makan di Abuba itu sudah sangat lama sekali, sekitar setahun lalu, jadi ketika makanan datang, kami langsung menyantapnya, dan rasa steak-nya masih sama seperti yg dulu, bahkan lebih enak menurut saya. Mak Nyuss sekali rasanya, seperti kata Bondan Winarno.

Daging yang dimasak sudah sangat matang dan dihidangkan dengan pembakaran yang sempurna. Berhubung pelanggan setia, nggak usah minta dibakar seperti apa. Rasanya yah...... memang sangat empuk sekali. Kuah dan bumbu yang disiramkan di atas Steak juga sangat pas di lidah. Dengan sayuran dan kentang yang lumayan banyak, untuk saya Abuba Steak memang tetap cihuy....!!

Satu kelebihan Abuba steak adalah tersedianya berbagai macam saos dan sambal botolan, yang memungkinkan anda untuk meracik sendiri menu saos yang pas untuk steak anda. Jangan lupa ada juga mustard, kecap asin dan kecap manis, lengkap deh semua.

Harganya lumayan nggak mahal lah untuk ukuran steak. Mulai dari Rp. 40.000 hingga Rp. 80.000 untuk daging Amerika, sedang untuk daging lokal hanya sekitar 20 ribu an, harga yang sebanding dengan rasa dan sajian dari sebuah steak.

Yang pasti, di lidah saya sekarang sudah terbayang kembali bumbu dan steak yang saya makan kemarin. Waduh..... Steak Abuba memang selalu membuat kita nagih untuk selalu datang kesana. Mak Nyuss tenan memang !

Abuba Steak
Jl. Cipete Raya no. 6 Cipete
Jakarta Selatan

Sumber : Lily-liburan.info

Lihat juga:
Dim Sum

Favorite Dim Sum

Dim Sum refers to a type of Chinese meal that serves mostly bite-sized portions pushed around in tin carts by aggressive Chinese ladies who shove food on your table as if you were their long lost sister’s neighbor’s second nephew.

Every once in a while a craze comes along that takes us by storm: Furbies, The Gin Blossoms, dead baby jokes. Each is by now long gone. Along with the Joey Lawrence “Woah” and the waist-tied flannel, the early ’90s is also marked by Boston’s fling with the tapas bar.
For those of you who don’t know, a meal at a tapas bar is an entire Spanish meal made up of many small dishes. Think of an entire meal made up of appetizers. Now, just change the country. Meet the Chinese cousin of tapas: dim sum.

My mom says that back in the day, the emperor wanted everything, and the imperial cooks would search far and wide for the most exotic dishes. But like most men of power, the emperor got greedy, so he wanted a conflagration of many flavors in his mouth with every meal. So each dish had to be small, so he couldn’t get full on a single flavor.

Today’s dim sum is the regular joe’s version of an imperial dining experience. Below, I have listed your most basic of dishes. If the dim sum restaurant doesn’t do the following dishes right, spit on the waiter, make fun of his mother, and march out of the room singing “I’m Too Sexy.” You’ll never be able to return, but who would want to ?

The rough English names are listed, followed parenthetically by an inaccurate but nevertheless affective pseudo-ping ying pronunciation in first Cantonese (because dim sum is from mainland China), then Mandarin (because that’s what I speak).

Har Gao (Ha Gao/Ha Gao) -- my favorite of all dim sum dishes. Unless you dislike shrimp (which makes you dumb) this is for you. Encased in a dumpling-like skin should be two shrimp with tiny pieces of bamboo. This dish is steamed, so the shrimp should be fairly plump (have you ever wondered how to explain the Taiwanese word “kew kew” to a white person?) and can be eaten with soy sauce or, my personal favorite, black vinegar.

Shu Mai (Shiu-Mai/Sau-Mai) -- another standard dumpling-like dish. It is a pork dumpling with an egg/wonton skin. If the restaurant knows what they’re doing, they’ll also garnish each with a slice of sweet pork sausage or maybe hide a piece of shrimp inside. Again, the use of a little soy sauce or black vinegar would not result in stare-downs from the natives.

Pork Spare Ribs (Pai Gwat/Pai Gu) -- tiny little pieces of pork ribs with black bean sauce. This dish is very tame, and also difficult to do wrong (ergo, vis-À-vis, concordantly). If they screw this one up, revisit above for instructions.

Shrimp in Rice Noodles (Cheng Fun/Tsang Fun) -- if you’ve ever had beef chow-fun, it’s that same rice noodle wrapped around pieces of shrimp. The dish also comes with sauce and comes in other varieties, including beef and pork. Hence, the cho fun shouldn’t be super squishy or slimy. Again shrimp should be plump, people. Plump.

Lotus Wrapped Sticky Rice (Gnow Mai Gai/Gnow Mi Gee) -- the name is pretty self-explanatory. Take some sticky rice, wrap it in a lotus leaf, steam, and serve. Inside the sticky rice could be some dried mushrooms, a piece of Chinese sweet sausage, a tiny quail egg, or some pieces of pork.

Sesame Balls (Jin Doie/Tsi Ma Cho) -- dessert. Personally I’m not a big fan, but I can picture myself having pieces of bamboo shoved under my fingernails if I left this out. These sweet sesame shells are filled with either red or green bean paste. The shell should be crunchy on the outside, slightly chewy in the middle, and have the consistency of refried beans on the inside. Americans simply need to learn about the glory that is bean paste.

Egg tarts (Dan Ta/Dan Ta) -- dessert number two. As a little kid I used to take a spoon and only eat out the custard filling. However now I am a firm believer that the flaky crust is just as important. You may want to consider not ordering from the dim sum place and going to a bakery across the street for this one. But if you’re desperate, by all means surrender to the pushy cart-lady. General guideline: they should be the size of a coaster, not a large mushroom. Also, the filling should taste almost like flan.

Steamed BBQ Pork Buns (Cha Siu Bao/Tsa Sau Bau) -- So you know the red colored BBQ pork that’s always served at a Cantonese style restaurant? The white puffy skin should be soft and fluffy, not soggy. If they’re soggy, they’ve been left in the cart too long. Also, be careful to take off the tiny piece of wax paper on the bottom. Some people do forget and end up hating dim sum for some “mysterious reason.”

Remember, these were very basic and tame dishes. Next week, we dive into the realm of more hardcore dim sum. Until then, as Phoebe’s psychiatrist boyfriend “Rodge” once said, “easy on those cookies, OK? Remember they’re just food, they’re not love.”

Source :Mark Y. Liao-/tech.mit.edu

See also:
Sushi
Soto

Lezatnya Sate Kambing Jantan

Selalu ada banyak alasan untuk kangen dengan hidangan Sate kambing jantan jalan Kedung Doro Surabaya. Tapi kok namanya sate kambing jantan ? apa gak cukup dengan sate kambing aja ? hehehe namanya juga tukang tembak kata kunci, jadi sayang kalau postingan gak berbau keyword populer. Ok deh lanjut seputar sate kambing jantan yang terkenal di jalan Kedung Doro Surabaya.

Depot ini ramai diserbu para penikmat sate kambing karena kualitas daging sate yang mamang sangat baik. Murni daging yang tidak bercampur dengan lemak. Karena itu tidak heran jika dari awal buka hingga tutup jam 02.00 depot ini selalu saja ramai pengunjung dan rata-rata yang datang membawa mobil pribadi. Memang ada sisi negatif dengan ramainya pengunjung didepot itu jika banyak mobil yang berdatangan karena memang wilayah Kedung Doro tidak menyediakan parkir khusus untuk itu namanya juga warung pinggir jalan.

Harga yang dipatok pun bisa terjangkau semua kalangan. Per 10 tusuk sate cukup mengeluarkan uang 15 rb. Jadi untuk sekedar makan rutin tiap awal bulan pas gajian tiba masih sangat mungkin untuk dilakukan. Sate Kambing jantan Kedung Doro memang sudah terkenal sejak lama. Banyak pengunjung yang datang dari luar kota pada akhir pekan hanya khusus sekedar mencicipi resep masakan sate kambing jantan di kedung doro. Namun ada 'gangguan kecil' yang masih saja terus hadir atau sudah menjadi trade mark bahwa kita harus banyak menyediakan uang recehan untuk pengamen-pengamen yang banyak sekali berdatangan disela-sela kita menikmati kelezatan sate kambing jantan. Sebagai gambaran, dalam waktu 1/2 jam mungkin ada sekitar 5-10 pengamen yang datang dan pergi menyapa kita dengan suara dan alat musik apa adanya.

Namun itulah gambaran wajah kota Surabaya dimalam hari khususnya dijalan Kedung Doro. Toh para pengamen juga manusia yang butuh untuk makan dan diperhatikan. BTW untuk anda yang ingin menikmati kelezatan sate kambing jantan atau sedang ber wisata ke Surabaya, maka depot sate kambing Kedung Doro bisa menjadi referensi resep masakan yang ok punya.

Sumber : topikremaja

Lihat juga:
Burger King
Wine

Ice cream Lada Hitam

Cendra (25), mengaku sengaja datang ke Sub Zero Frozen karena penasaran dengan Ice cream rasa black peppernya. Cendra yang saat ditemui detikbandung di kedai ice cream Sub Zero Frozen ini tampaknya begitu asyik menikmati ice cream lada hitam yang baru pertama kali ia cicipi.

"Rasanya enak, ice cream - nya pedas, dingin tapi ke tenggorokannya hangat," jelas Cendra. Menurutnya, Ice cream di Sub Zero Frozen ini tidak kalah dengan ice cream - ice cream yangg sudah ada di pasaran.

Menurut Budi Dwi Harsono, chefnya Sub Zero Frozen mengatakan meski bukan yang banyak difavoritkan konsumen, ice cream lada hitam ini memiliki daya tarik yang lebih tinggi karena unik.
Lada hitam yang dicampurkan pun benar-benar berasal dari butiran lada hitam asli. Tak ketinggalan, Budi memperlihatkan bagaimana cara membuat ice cream black pepper ini. Selain bahan standar seperti susu, krim, stabilizer dan gula, tidak lupa butiran-butiran lada hitam yang siap ditumbuk.

Menurut Budi perpaduan proses memasaknya pun paduan antara tradisional dan modern. Boleh saja untuk mesin pendingin atau pemutar ice cream - nya modern, tapi untuk tumbuk-menumbuk lada hitam ini masih menggunakan penumbuk tradisional yang terbuat dari batu.

"Kita campuran tradisional dan modern," ujar lulusan NHI yang sudah 12 tahun berkeliling ke negara-negara barat sebagai chef ini.

Pembuatan ice cream menurut Budi bisa memakan waktu selama dua hari. Ada sekitar 10 tahapan untuk pembuatan ice cream ini yang ditempelkan dengan jelas di dapur resepnya Sub Zero Frozen. Menurut pengakuan Budi biar bisa dilihat jelas oleh anak-anak sekolah yang juga biasa berkunjung untuk melihat pembuatan ice cream. Sehingga Budi cs juga terbuka memberikan edukasi pada konsumennya.

Tentunya dimulai dengan persiapan bahan-bahan yang kebanyakan masih menggunakan produk lokal biar taste lokalnya lebih terasa. Untuk membuat ice cream lada hitam, Budi membuat esens lada hitamnya terlebih dahulu.
Lada hitam ditumbuk sampai halus benar lalu dicampurkan dengan susu cair. Setelah itu masak di atas api sampai aroma lada hitam kuat.

Lalu esen ini nantinya dicampurkan dengan bahan-bahan ice cream - nya, seperti susu, krim, stabiliser juga gula dan dimasak di atas api. Lalu setelah itu ke proses pendinginan, lalu disaring untuk agar tidak menyertakan ampas lada hitam yang besar-besar.

Setelah itu, ice cream diistirahatkan selama 12 jam di dalam freezer. Setelah itu memasuki proses churning, yaitu ice cream dimasukan ke dalam mesin pengolahan. Selesai dichurning, masukan ice cream ke dalam freezer agar beku. Ice cream pun siap disajikan.

Tak hanya ice cream lada hitam yang menggunakan esens asli, tapi rasa lain pun menggunakan esens yang alami. Misalnya untuk ice cream buah, digunakan jus buah cita rasa impor. Di dalamnya juga terdapat potongan-potongan buah sesuai dengan menu ice cream - nya.
Karena campurannya adalah buah asli, ice cream rasa buah ini tergolong low fat. Jadi cocok dikonsumsi untuk orang yang takut gemuk. "Untuk yang asem-asem memiliki kandungan yang rendah lemak," tegas Budi.

Satu scoop ice cream dijual Rp 6.500, sedangkan dua scoop lebih murah Rp 11 ribu. Kalau ingin rasa yang lengkap pilih saja paket seharga Rp 27.500 yang di dalamnya ada 6 rasa ice cream.
Jika ingin ditambahkan topping, bebas memilih sebanyak 18 topping yang
disediakan dari mulai choco chip, biskuit, cokelat warna-warni, kismis dan lain-lain. Semua topping harganya rata yaitu Rp 1.500 saja.(ema/dip)

Sumber : Ema Nur Arifah - detikBandung

Lihat juga:
Sour Sally
Hanamasa

Minggu, 28 November 2010

Suasana Berbeda makan Dim Sum

Dim Sum? Hmm... siapa yang sanggup menolak? Sajian yang berasal dari selatan Cina ini memang sangat populer di Jakarta dan kawasan Asia lainnya. Makanan serba mungil, asin dan manis, dibuat segar dan disajikan hangat mengepul. Disajikan di atas klakat bambu dan disantap sambil menyerutup teh oolong.

Kalau Anda penggemar dim sum, mampirlah akhir pekan ini di resto ini. Ada puluhan jenis dim sum disajikan hangat mengepul. Suasana yang hangat bakal membuat acara yum cha di akhir pekan jadi seru dan asyik. Apalagi harga yang ditawarkan benar benar fantastis. Cobain yuk!

Itulah budaya yum cha yang biasa dilakukan orang Cina dari daerah Canton. Menikmati hangatnya dim sum, sambil ngobrol dan minum teh merupakan kegiatan rutin di pagi hari hingga menjelang siang. Kegiatan yum cha atau mencicipi teh ini memang sangat disukai oleh orang tua dan kini hampir segala usia menyukai dim sum.

Dim sum memiliki ratusan jenis. Mulai dari jenis yang dipanggang, digoreng hingga dikukus. Bahan pembuat dim sum juga sangat beragam, demikian pula dengan rasanya, dari asin gurih hingga manis legit. Jenis dim sum seperti siomai, hakau, bakpau, angsio kaki ayam hingga onde-onde sudah tergolong dim sum yang populer.

Jika akhir pekan ini Anda ingin mencicipi dim sum yang spesial dan unik dengan suasana yang berbeda, Table8 yang berlokasi di lantai dasar Hotel Mulia Senayan Jakarta bisa jadi pilihan. Di akhir pekan resto Cina terbaru yang bergaya Chinoiserie ini menawarkan pilihan dim sum yang berbeda.

Tersedia 28 jenis dim sum di hari Sabtu dan Minggu yang disajikan prasmanan dan bisa dipesan a la carte. Selain jenis dim sum populer, ada banyak dim sum lain yang unik. Seperti Xiao Lung Pao, dim sum berbentuk kantung berisi kuah dan daging kepiting, Xian Xia Chang Fun, lembaran adonan yang tipis dengan isian udang, atau Kuo Tie, pan-fried dumpling dengan isian daging ayam.

Kalau suka dim sum manis, jangan lupa memesan winter melon, pie pipih berbentuk bundar dengan isian lotus paste yang legit. Atau Cintoi, onde-onde yang kulitnya renyah dengan isian adonan lotus ini legit rasanya. Yang lembut renyah dan bikin lidah bergoyang, Tan tat alias Baked Egg Tart jangan dilewatkan. Demikian pula dengan bolu kukus lapis kaster, Steamed Layer Cake with custard, sangat lembut di lidah.

Khusus buat pencinta dim sum sejati,sebaiknya memesan Baked Pau, bakpau mungil berlapisan adonan renyah manis ini dipanggang dengan isian adonan ayam yang gurih. Atau Pau berisi adonan kuning telur asin yang lembut meleleh. Carrot cake yang populer di Singapura juga sayang dilewatkan. Di Table8, Pan-fried Radish Cake ini diaduk dengan sosis yang gurih. Dijamin membuat lidah tak bisa berhenti mengunyah! Jakartacitydirectory.com (Suf/Dtc)

Sumber : jakartacitydirectory.com

Lihat juga:
Soto

Resep Sate Jamur Enak

Resep dan bahan-bahan untuk membuat Sate Jamur, diantaranya adalah :

Bahan:
500 gr jamur kancing/ jamur merang, potong 2
½ gelas air asam jawa
2 sdm kecap manis
2 lbr daun jeruk
¼ sdt garam
3 sdm minyak goreng
tusuk sate secukupnya

Bumbu halus:
1 ruas jari lengkuas
1 ruas jari jahe
50 gr kemiri
2 siung bawang putih
5 btr bawang merah
2 sdm gula merah

Cara membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, air asam, kecap manis, daun jeruk dan garam, aduk rata. Masak sampai harum dan matang.
2. Masukkan jamur, masak sampai jamur layu. Angkat.
3. Tusukkan 4-5 jamur pada tusuk sate, lalu bakar hingga kering. Angkat dan sajikan hangat.

Sumber : Rumah Jamur, Jl. Raya Lembang No. 155 Bandung Barat, (022-70870888) - Dahrani Putri-female.kompas.com

Lihat juga:
Steak
Hanamasa

Ice cream dengan rasa terbanyak

Anda mungkin membayangkan toko yang menjual Ice cream dengan jenis rasa terbanyak di dunia berada di Italia atau di Amerika Serikat, tetapi ternyata ada di Merida, sebuah kota di Venezuela. Namanya, toko Coromoto.

Lampu neon di luar yang bertuliskan "Guinness Book of Records" berwarna pink menjadi salah satu tanda unik dari toko tersebut, namun begitu membuka pintunya semakin jelas ini toko yang lain dari yang lain.

Di dalam terdapat kulkas berisi ice cream berwarna cerah dan terlihat menggiurkan untuk disantap. Rasa ice cream yang dijual seperti cabe, tomat, bawang, jamur dalam anggur, bawang putih dan krim kepiting.

Coromoto didirikan tahun 1980 oleh seorang pendatang asal Portugal, Manuel da Silva Oliveira. Pemiliknya tidak sering muncul dan kini toko itu dikelola oleh Jose Ramirez.


Sesuai musim
Jose memang jelas terlihat seperti manager sebuah toko ice cream. Laki-laki ramah berusia 40 tahunan itu ketika ditemui mengenakan kaos berwarna putih dan ungu, dan kumis hitam. "Oliveira lelah bekerja untuk perusahaan ice cream besar," kata Jose, "dan memutuskan dia bisa membuat rasa ice cream yang menarik."

Percobaan pertama adalah Alpukat. "Untuk mendapatkan rasa yang tepat membutuhkan kerja keras, karena alpukat sangat kaya rasa," kata Jose. "Oliveira membuang sekitar 50 kg es krim untuk percobaan agar mendapatkan rasa yang sempurna."

Coromoto menjual sekitar 60 rasa setiap harinya, tetapi mengubah rasa ice cream sesuai dengan musim. Di samping rasa ice cream standar seperti coklat dan rum serta kismis , banyak pilihan rasa buah yang eksotik, seperti jambu, pepaya, mangga dan sejenis markisa.

Beberapa rasa lain yang termasuk dalam 860 jenis rasa ice cream yaitu: telur, makaroni keju dan sarden, merupakan contoh rasa ice cream yang aneh. Dan juga terdapat banyak nama rasa yang aneh seperti British Airways, Andean Kisses dan I'm Sorry, Darling. Salah satu dari rasa itu, diberi nama Viagra Hope, berwarna biru terang seperti pil Viagra.

Saya harus bertanya apa bahannya, dan bahan alami untuk membuat ice cream itu : Madu dan semuanya alami : madu dan serbuk bunga. "Orang yang berbeda menyukai sesuatu yang berbeda pula," kata manajer toko.

"Secara pribadi saya menyukai rasa buah tetapi banyak pembeli yang memilih rasa yang mengandung alkohol seperti Cointreau, cognac atau vodka-dan-nanas. Tentu saja, sebagai orang venezuela banyak sekali yang ditambah rum."

Ice cream daging
"Rasa ice cream apa yang spesial bagi toko itu?" tanya saya kepada Jose. Sambil tertawa, Jose mengatakan "pabellon criollo"- makanan tradisional Venezuela yang dibuat dari daging, nasi, pisang raja, keju dan kacang hitam, yang ditiru oleh Coromoto untuk rasa ice cream.

Jose mengambilkan satu sendok ice cream dari tiap rasa- dan rasanya benar-benar seperti ice cream daging yang dijual di Coromoto.

Sumber : krisman - republika.co.id

Lihat juga:
Sour Sally
Hanamasa

Jumat, 26 November 2010

Wine and Blood Sugar

List benefits of drinking Wine (grape alcohol) the more surprising all the time. As we saw earlier that the Wine beneficial for heart health, building stronger memories, strengthen immunity, and help prevent bone loss, even lose weight. Now it increasingly benefits by the new discoveries on health.
In America, wine sales might beat France and Italy. The reason according to the analysis, a woman bought more than six of every ten bottles sold in the country.

Data health.com claims there are some wine for health benefits, among them:

1. Feed your head
Drinking Wine could preserve your memory. When researchers gave the 70-year-old woman, who drank one drink or more every day scored much better than those who drank less or not at all. Wine helps prevent clots and reduce blood vessel inflammation, both of which have been tested at the University of Arizona medical school. Alcohol also raise HDL, good cholesterol, which helps eliminate cork your arteries.

2. Keep the scale
Studies show that people who drink wine daily have lower body mass than those who rarely drank. Moderate wine drinkers have narrower waist and less fat than drinking liquor.

3. Immune Building
In one British study, people who drank one glass of wine a day reduced by 11% risk of infection by Helicobacter pylori bacteria, the main cause of gastritis, ulcers, and stomach cancer. Meanwhile, a Spanish study suggests that people who drank half a glass per day can be on guard against food poisoning caused by germs like salmonella when eating foods that are dirty.

4. Ovarian Patients Guard
When Australian researchers recently compared women with ovarian cancer and women without cancer, they found that roughly one glass of wine you drink per day can reduce the disease to 50%. Experts suspect caused by anti-oxidants or phytoestrogens have a counter-high levels of cancer in Wine.

5. Building better bones
On average, women who drink moderately have a higher bone mass than abstainers. Alcohol may raise estrogen levels. The hormone seems to slow the destruction of old bone more than it slows the production of new bone.

6. Rescuer Blood Sugar Problems
Pre-menopause Women who drank one or two glasses of wine per day can reduce about 40% typical of diabetes. While the reasons are not clear, Wine seems to reduce insulin resistance in diabetic patients. (Health / boo)

Source: kapanlagi.com

See also:
Dim Sum

Kamis, 25 November 2010

Kue Pernikahan dan Sushi

Jef dan Jin Yoon seperti Sushi - banyak. Kami merindukan pernikahan mereka, tetapi saya berjanji mereka kita akan memiliki sebuah resepsi meriah untuk mereka di Boston ketika mereka kembali dari bulan madu mereka. Jef diminta Sushi, yang tidak mengejutkan atau masalah. Aku ingin melakukan sesuatu yang berbeda, meskipun, dan sedikit lebih jelas pernikahan-y. Oleh karena itu, pernikahan Sushi kue.

Bahan:
* 6 c baku gabah pendek, dikukus, didinginkan, tetapi tidak siap dengan cuka sebagai untuk sushi (mendinginkan nasi vinegared menyebabkan tekstur untuk berubah dan menjadi tidak diinginkan)
* 1 1 / 4 £ Sushi - grade salmon, potong menjadi irisan nigiri gaya lama
* 1 £ Sushi - kuning kelas, 3 / 4 dari itu dipotong menjadi irisan nigiri-gaya lama, sisa cincang dan sisihkan
* 1 £ Sushi - tuna kelas, 3 / 4 dari itu dipotong menjadi irisan nigiri-gaya lama, sisa cincang dan sisihkan
* 3 / 4 c tobiko
* 1 / 2 c wasabi tobiko
* 1 c ikura
* 1 blok tamago, potong menjadi bintang, hati, dan crescent dengan pemotong Canape, memo disimpan dan cincang
* £ 1 udang matang, kupas, deveined, dan cincang
* 1 sdm cabai bubuk Korea panas
* 1 / 2 sdt gula
* 1 / 4 sdt garam
* 1 sdm berkualitas tinggi-minyak canola mayo
* 1 / 2 mentimun tanpa biji, sebagian dikupas dalam garis-garis dekoratif, lalu iris tipis ke perempat-dan semi-lingkaran
* 2 c longgar mache dikemas daun
* Acar jahe, dikeringkan dan ditekan menjadi bentuk kuncup bunga mawar
* 5 daun bawang, bagian hijau saja, cincang halus
* 1 c ketumbar, cincang halus
* 1 sdm minyak wijen
* 1 sdt kecap ikan
* 1 / 4 sdt garam
* 1 sdt gula
* 1 sdm inamona (kukui nut)
* 3 matang alpukat, semua kecuali satu setengah tumbuk; setengah reserved iris tipis jauh
* 1 sdt jus lemon
* 1 / 2 sdt garam

Peralatan:
* Satu 12-inci, satu 9-inch, dan satu panci kue 6-inci, standar wedding-cake ukuran, berjajar dengan bungkus plastik, dengan panjang bungkus plastik, hingga sisi
* Satu 9-inch dan satu putaran 6-inci kardus berat, yang tercakup dalam foil
* Satu putaran 3-inch ring cetakan
* Satu 14-inci atau lebih besar benar-benar datar piring, sebaiknya kokoh dan tidak rapuh
* Kaleng berat, stoples, atau materi lain untuk digunakan sebagai beban
* Kulkas ruang
* Pengantin dan kue pengantin toppers pilihan Anda

Arah untuk Tier 12-inch:
* Bentuk tier dari bawah ke atas, mengatur ketimun, potongan tamago, dan edamame hati-hati di bungkus plastik dalam wajan dalam pola yang menarik.
* Lay irisan salmon di atas, berhati-hati untuk tidak mengganggu lapisan pertama, seperti jari-jari roda. Biarkan datang sedikit salmon sampai sisi panci.
* Campurkan 1 / 2 dari nasi dengan tobiko dan tekan 1 / 2 dari campuran yang dihasilkan ke dalam panci, hati-hati untuk tidak mengacaukan salmon.
* Campur udang dengan bubuk cabai dan berikutnya tiga bahan. Lay udang pedas campuran pada beras.
* Tekan tersisa 1 / 2 beras tobiko pada udang.
* Lipat bungkus plastik lebih aman. Berat panci dan dinginkan selama 4-8 jam.

Arah untuk Tier 9-inch:
* Bentuk tier dari bawah ke atas, mengatur ketimun, potongan tamago, dan edamame hati-hati di bungkus plastik dalam wajan dalam pola yang menarik.
* Lay irisan tuna di atas, berhati-hati untuk tidak mengganggu lapisan pertama, seperti jari-jari roda. Biarkan tuna datang sedikit sampai sisi panci.
* Campur 2 / 3 dari sisa beras dengan tobiko wasabi dan tekan 1 / 2 dari campuran yang dihasilkan ke dalam panci, hati-hati untuk tidak mengacaukan tuna.
* Campur alpukat dihaluskan dengan berikutnya dua bahan. Campurkan dalam 1 / 2 dari cilantro itu. Lay campuran alpukat pada beras.
* Tekan tersisa 1 / 2 beras tobiko wasabi pada alpukat.
* Lipat bungkus plastik lebih aman. Berat panci dan dinginkan selama 4-8 jam.

Arah untuk Tier 6-inci:
* Bentuk tier dari bawah ke atas, mengatur ketimun, potongan tamago, dan edamame hati-hati di bungkus plastik dalam wajan dalam pola yang menarik.
* Baringkan (kuning) iris Hamachi di atas, berhati-hati untuk tidak mengganggu lapisan pertama, seperti jari-jari roda. Biarkan datang sedikit kuning atas sisi panci.
* Campurkan 1 / 2 beras dengan sisa tamago cincang dan tekan 1 / 2 dari campuran yang dihasilkan ke dalam panci, hati-hati untuk tidak mengacaukan kuning tersebut.
* Campur kuning cincang dengan daun bawang cincang. Lay Negi-campuran Hama pada beras.
* Tekan tersisa 1 / 2 beras tamago pada Negi-Hama campuran.
* Lipat bungkus plastik lebih aman. Berat panci dan dinginkan selama 4-8 jam.

Arah untuk Tier 3-inch:
* Campur cincang tuna dengan sisa 1 / 2 dari ketumbar dan berikutnya lima bahan. Masukkan ke dalam cetakan cincin di piring kecil dan dinginkan 4-8 jam.

Petunjuk untuk Majelis:
* Flip out 12-inch tier ke platter besar.
* Flip 9-inch dan tingkatan 6-inci keluar ke putaran foil yang tertutup.
* Pusat 9-inch tier, kardus bulat dan semua, pada tier 12-inci, kemudian pusat 6-inci tingkat di atas itu.
* Push campuran aduk (dalam cetakan ring) keluar ke pusat 6-inci tier.
* Hiasi dengan daun selada mache, edamame, bentuk tamago, gari kuntum bunga mawar, irisan alpukat, dan irisan ketimun. Tuangkan ikura selesai dalam beberapa air terjun dari atas ke bawah. Top dengan toppers kue. Sajikan dengan wasabi, kecap, dan saus jeruk-wasabi di samping.

Sumber: robertandchristina.com - homepage.mac.com

Lihat juga:
Ice cream
Hanamasa

Eating Sate Kilogram

One of the recipes are typical Indonesian Sate. Varias ¡Satay recipe menu is not only based on local characteristics, but adapula Sate renowned for its distinctiveness how its sales, such as the Sate kilogram. One of the favorites is Sate kilogram SMS in the number Cibubur, East Jakarta. Before burning, Sate first ordered to be weighed according to customer demand. What's typical?

You who claim to have heard sateholic PSK. ¡Sin prostitutes in a negative connotation but not in the stands dar ¡Enthusiasts Sate kilogram. Cuisine type ¡ni is being loved in the community. Therefore ¡tu, no wonder if now many pop restaurants that offer services kilogram in selling his Sate recipe menu. One restaurant that adheres to the system are Sate kilogram SMS. Restaurant located at Jalan Alternative Cibubur, East Jakarta ¡ni very easy to find. Large signboard tertihat dar ¡distance of 100 meters. "Before we open near City Legend, Cibubur but Because of her contract expired, we finally moved. Incidentally currently own property, "said Lina, deputy manager of Sate kilogram SMS.

Sate Sate kilogram SMS takes flavor to the menu-style recipes Sate Tegal Goat and Other recipes to the menu such as prescription Tongseng Tongseng Goat and Chicken recipe using spices Solo-style recipes.

"The restaurant is a blend of cuisine Tegal and Solo", said Lina. Dar ¡kilogram Sate building designs also have a typical SMS. Ornaments and knick-knacks hut village typical combined-matching to be an attractive decoration. Historically, satay stall kilogram Ujang pioneered by Nasir, a resident of Babakan, Madang, Bogor, West Java. Called satay kilogram, because buyers do not buy tu ¡sate based jumiah satenya prick, but how much weight kilo.

Source: lintasberita.com

See also:
Steak
Dim Sum

Delicacies of Soto Business

If this type of cuisine on the list of my favorites. Soto that formula is not too excited, but was able to arouse my appetite. Understandably, I am not among those who like to eat, his appetite is less, so very often forget to eat. The main factor is a smoker, coffee drinker, often stayed up late, rarely exercise, which ultimately increases stomach acid. Appetite is there when it was a little exercise to sweat. Abnormalities? possible.

When asked about favorite foods, then the burgers, pizza, and Sodara-sodaranya not included in the list. I tend to be more pleased with the local cuisine, such as food waste, warteg, tamarind, tamarind jakarta, and the like. Instead of fanatics, idialis, or anti against foreign products, especially Americans, but indeed from the first did not like the food, besides of course the price is expensive indeed.

Soto, this dish also has some kind, there is chicken soup, beef soup, soto firstborn, and tripe soup. It was divided again with the names of areas, such as Soto Madura, Soto Kudus, Soto Betawi, Coto Makassar, and much more. To know more about the soup, can read the article from Mr. Mak Nyuss Bondan Winarno, the culinary king here.

Of the many kinds of soup, we can choose one type only, such as soto holy. But if you do not want to use the name of the region, could sell about chicken soup and beef soup. Usually the seller is only specialized in one kind only, choose chicken soup or beef soup. Both have rabid fans, but instead there is also a hobby, but due to health factors. As people do not want to eat tripe soup for fear of disease recurrence uratnya acid, and other reasons.

For the areas I used to enjoy jogja soto soto on klebengan, soto pak Marto, kadipiro soto, soto wait Kalasan, Bangkong soto, soto holy, chicken and beef soup front of the station monument.

For those who live dijogja, or at least once dijogja, if you could drop into soup can definitely klebengan story, how the atmosphere there. When asked the location, its place in the village, and people will not think there is a seller selling soup, that every day could sell several hundred servings, and how many thousands of fried tempe (mendoan), not to mention the drink. Why be crowded? do not know exactly why it can be crowded. And when seen, there are no marketing at all. In fact, an outsider who market their products there.

Blog about soup recipe you can visit: Aneka Soto Nusantara

Source: bi.konblog.com

See also:
Burger King
Sour Sally

Steak atau Biefstuk

Steak atau Bistik atau biefstuk merupakan salah satu hidangan kolonial yang kini masih dijadikan andalan banyak restoran. Sajian yang dipengaruhi kuliner Belanda ini memang dibuat dari lidah sapi. Lidah sapi dikupas dan direbus hingga benar-benar empuk.

Kalau ingin sedikit memanjakan diri dengan makanan istimewa siang ini, coba saja cicipi makanan gaya kolonial ini. Irisan lidah sapinya empuk gurih dengan siraman saus yang wangi. Ditambahkan kentang dan sayuran, jadilah makan siang yang lezat dan mantap!

Selanjutnya diberi bumbu bistik dengan saus Inggris, sedikit kecap manis, cengkih, pala dan merica. Karena itu rasanya sedikit manis dengan aroma rempah yang harum. Beberapa restoran menyajikan bistik lidah dengan brown sauce atau blackpepper sauce sehingga tampilan menjadi lebih modern.

Pelengkap bistik lidah adalah kentang goreng atau rebus, beberapa lembar daun selada dan setup sayuran. Karena itu seporsi bistik lidah bukan hanya akan membuat kenyang tetapi gizinya juga lengkap. Rasa gurih empuk lidah sapi akan mengelus lidah dengan balutan saus yang wangi. Hmm..benar-benar sedap!

Jika sudah siap menggoyang lidah dengan bistik lidah, segera saja pilih satu restoran di bawah ini.

RM Miranda (TanGoei)
Jl. Besuki, Menteng
Jakarta Pusat

Kusuma Sari Café & Catering
Jl. KH Ahmad Dahlan 12
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan

RM Bu Endang
Jl. Wijaya I No 28.
Jakarta Selatan

Rumah Makan Indo Belanda Ny.Han
Jalan Raya Serpong Km 7 No. 8 C
Serpong, Tangerang
Telpon: 021-5396808

Kafe Star
Jl. Arteri Kedoya Raya No.20
Jakarta Barat

Dapur Babah
Jl. Veteran I /17-19
Jakarta Pusat
Telepon: 021-7060 2256; 021- 385 5653 (dev/Odi)

Sumber : Odilia Winneke-detikFood

Lihat juga:
Dim Sum
Hanamasa